HALLOMAKASSAR.COM –Rangkaian MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 memasuki etape terakhir di Sulawesi Selatan. Setelah berbulan-bulan menjelajahi berbagai daerah di Indonesia, MTBN 2026 menutup perjalanan panjang tersebut dengan mengeksplore kekayaan alam dan budaya Toraja, Minggu-Senin (16-17/8/2026).
MTBN 2026 merupakan touring eksploratif yang digelar Yamaha Indonesia dengan konsep menjelajahi keindahan alam sekaligus kekayaan budaya Nusantara. Program ini terdiri dari sembilan etape yang menyasar 12 wilayah di enam pulau besar Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan hingga Sulawesi.
Perjalanan diawali dari Toba Samosir, Sumatera Utara, kemudian berlanjut ke Bengkulu dan Lampung. Memasuki Pulau Jawa, MTBN mengeksplore Jawa Barat hingga kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sebelum berlanjut ke Bali, Lombok, dan Kalimantan. Etape terakhir di Sulawesi Selatan.
Di Toraja, peserta menjelajahi sejumlah destinasi kekayaan budaya dan alam. Di antaranya kawasan pekuburan tebing dan Gua Ke’te’ Kesu’ di Tana Toraja, Puncak Lolai di Toraja Utara, hingga Lembah Ollon di Tana Toraja. Sekaligus silaturahmi dengan komunitas lokal motor Yamaha.
Ke’te’ Kesu’ menjadi salah satu destinasi yang memberikan pengalaman berbeda. Kawasan ini memperlihatkan kehidupan adat Toraja yang masih terjaga, lengkap dengan Tongkonan serta kompleks pemakaman di tebing dan gua. Tradisi pemakaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dari kekayaan budaya Toraja.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Puncak Lolai, Toraja Utara. Kawasan yang dikenal dengan julukan Negeri di Atas Awan tersebut menyuguhkan panorama pegunungan dan hamparan awan dari ketinggian.
Dari Lolai, kemudian perjalanan berlanjut ke Lembah Ollon. Kawasan ini menawarkan lanskap perbukitan dan lembah luas yang menjadi salah satu panorama alam menarik di Tana Toraja.
Menariknya, etape terakhir MTBN 2026 di Toraja juga dirangkaikan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di puncak Lembah Ollon, rombongan MTBN melakukan pengibaran bendera Merah Putih sepanjang 20 meter. Bentangan Sang Saka Merah Putih di tengah panorama perbukitan Ollon menjadi simbol semangat nasionalisme sekaligus penanda berakhirnya perjalanan panjang MTBN 2026.
Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengatakan MTBN 2026 di Sulawesi Selatan tidak hanya mengedepankan pengalaman berkendara.
Menurut Rifki, pemilihan Toraja sebagai lokasi akhir, menjadi upaya Yamaha menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan penyelenggaraan MTBN di Sulawesi Selatan pada tahun-tahun sebelumnya.
Rifki menyebut Toraja memiliki daya tarik tersendiri sebagai salah satu destinasi wisata di Sulawesi Selatan. Karena itu, MTBN 2026 diarahkan untuk mengeksplorasi kawasan dataran tinggi tersebut sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
“Dan saya pikir Toraja itu kan juga merupakan salah satu destinasi wisata internasional ya yang ada di Sulawesi Selatan, maka dari itu kali ini kita mau mengangkat ke arah itu,” tegasnya.
Selama berada di Toraja, peserta MTBN akan fokus membuat berbagai konten yang mengangkat keunikan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.
“Ya pasti kita akan fokus ke content creation, mengangkat segala sesuatu hal unik dan juga kebudayaan setempat,” tutur Rifki.
Etape terakhir MTBN 2026 di Sulawesi Selatan ini juga bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 81.
Rifki berharap momentum tersebut dapat semakin memperkuat pengalaman peserta sekaligus menghasilkan konten yang menarik dari perjalanan di Toraja.
“Dan juga ini momen yang sangat baik selain closing dari MTBN-nya sendiri, bertepatan dengan hari Kemerdekaan Indonesia. Maka dari itu kita harapkan konten yang ada di sana dan engagement yang bisa dilakukan bisa lebih wah seperti itu,” pungkasnya.(*)







