Tim DVI Polda Sulsel Ambil  Sampel DNA Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mengambil delapan sampel DNA dari keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, tim DVI telah melakukan pemeriksaan ante mortem terhadap keluarga korban yang datang ke Posko DVI Biddokes Polda Sulsel.

“Tim telah memeriksa data ante mortem keluarga korban. Ada delapan sampel DNA yang diambil beserta keterangan lainnya. Untuk dua keluarga korban lainnya belum,” ujar Didik kepada wartawan di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, Senin, (20/1/2026).

Ia menjelaskan, setelah seluruh data ante mortem dan post mortem terkumpul, tim akan melakukan pencocokan apabila jasad korban atau barang-barang milik korban ditemukan oleh tim SAR gabungan.

“Data ante mortem dan post mortem ini akan dicocokkan dengan data pihak maskapai. Saat ini kami masih menunggu penyerahan jenazah korban atau temuan lainnya,” jelasnya.

Guna memperlancar proses identifikasi, tim DVI juga bekerja sama dengan Biddokes Polda di daerah domisili keluarga korban untuk pengambilan data dan sampel DNA.

“Ada empat keluarga korban yang datang langsung ke DVI, dan empat keluarga lainnya didatangi tim di kediaman masing-masing. Identitas korban baru akan diumumkan setelah proses identifikasi selesai,” katanya.

Terkait dua jenazah korban yang telah ditemukan dari total 10 orang korban, Didik menyebut keduanya diduga kuat merupakan kru pesawat ATR tersebut. Namun pihaknya belum dapat menyampaikan identitas korban secara resmi.

“Kami belum bisa menyampaikan siapa saja yang sudah ditemukan agar tidak terjadi kesalahan identifikasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang DVI Pusdokkes Mabes Polri AKBP Wahyuhidayati menyampaikan bahwa dua korban telah ditemukan, namun hingga kini jenazahnya belum diterima untuk dilakukan pemeriksaan post mortem.

“Pemeriksaan post mortem baru bisa dilakukan setelah jenazah tiba di tempat pemeriksaan. Kami tidak pernah mengambil sampel di lokasi kejadian, karena semua harus tercatat secara administrasi,” ujarnya.

Meski belum ada jenazah yang tiba di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel, pihaknya tetap aktif mengumpulkan data ante mortem. Pasalnya, sebagian besar keluarga korban berada di luar Sulsel.

“Keluarga korban ada yang berdomisili di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bekasi. Kami berkoordinasi dengan Biddokes Polda setempat untuk mendatangi keluarga,” jelas Wahyuhidayati.

Ia menambahkan, beberapa keluarga korban juga secara mandiri mendatangi Biddokes Polda di daerah masing-masing untuk pengambilan sampel DNA. Bahkan ada yang difasilitasi maskapai penerbangan untuk datang ke Sulsel.

“Kami tetap menunggu sambil terus berkoordinasi dan menjaga komunikasi dengan keluarga korban apabila diperlukan data tambahan,” tuturnya.

Pada operasi SAR hari ketiga, tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban berjenis kelamin perempuan di jurang Gunung Bulusaraung dengan kedalaman sekitar 50 meter dari puncak. Sehari sebelumnya, tim juga menemukan jenazah korban laki-laki di lereng jurang.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, saat hendak mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (17/1/2026) siang.

Pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang. Tiga penumpang diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.

Sementara tujuh kru pesawat terdiri dari pilot Captain Andi Dahananto, co-pilot Muhammad Farhan Gunawan, serta awak kabin Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.(*)

Berita Terkait

Pekerjaan Jalan Aroepala – Hertasning Selesai, Ruas Jalan Dibuka Full
Gubernur Sulsel Paparkan Capaian Digitalisasi Keuangan di Forum Nasional FEKDI x IFSE 2026
Tanggapan Pemprov Sulsel Atas Penetapan Tersangka Bupati Gowa
Sosialisasikan TanyaIbu.com, Ketua KPP Sulsel Andi Nirawati Dorong Perempuan Perkuat Literasi Digital
Hari Tani Nasional, Asri Tadda Soroti Nasib Petani di Tengah Paradoks Pembangunan
Mitigasi Penyelewengan Dana Pensiun, Kejati Sulsel Beri Penerangan Hukum PT Taspen
Pemprov Sulsel Berhasil Renegosiasi PI Migas 2,5% Jadi 10%
PDPB Triwulan III, Bawaslu Sulsel Minta Data Anomali Diverifikasi Faktual

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 08:24 WIB

Pekerjaan Jalan Aroepala – Hertasning Selesai, Ruas Jalan Dibuka Full

Sabtu, 26 September 2026 - 09:03 WIB

Gubernur Sulsel Paparkan Capaian Digitalisasi Keuangan di Forum Nasional FEKDI x IFSE 2026

Jumat, 25 September 2026 - 20:09 WIB

Tanggapan Pemprov Sulsel Atas Penetapan Tersangka Bupati Gowa

Jumat, 25 September 2026 - 16:44 WIB

Sosialisasikan TanyaIbu.com, Ketua KPP Sulsel Andi Nirawati Dorong Perempuan Perkuat Literasi Digital

Kamis, 24 September 2026 - 13:45 WIB

Hari Tani Nasional, Asri Tadda Soroti Nasib Petani di Tengah Paradoks Pembangunan

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

Pekerjaan Jalan Aroepala – Hertasning Selesai, Ruas Jalan Dibuka Full

Minggu, 27 Sep 2026 - 08:24 WIB