HALLOMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota Makassar terus mendorong pengembangan sektor pariwisata secara terarah, terukur, dan berkelanjutan melalui kolaborasi strategis dengan unsur pentahelix, khususnya kalangan akademisi.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kerja sama antara Dinas Pariwisata Kota Makassar dan Direktorat Inovasi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bosowa guna memperkuat sinergi pengembangan pariwisata daerah. Penandatanganan kerjasama berlangsung, Jumat, (10/4/2026).
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata diarahkan pada integrasi potensi sejarah, budaya, sungai, pesisir, serta kekayaan alam lainnya sebagai satu kesatuan destinasi yang saling terhubung.
“Pengembangan pariwisata Makassar kami arahkan pada integrasi seluruh potensi daerah mulai dari sejarah, budaya, hingga alam agar menjadi destinasi yang saling terhubung dan berdaya saing,” ujar Achmad Hendra dalam keterangannya, Sabtu, (11/4/2026).
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pelaksanaan penelitian dan penyusunan kajian kepariwisataan, pendampingan serta vokasi pembangunan pariwisata daerah, penerapan teknologi siap pakai, hingga pengembangan sumber daya manusia melalui bimbingan teknis, pendidikan, dan pelatihan.
Selain pembangunan fisik, transformasi menuju smart tourism menjadi fokus utama melalui pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan destinasi yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Pendekatan ini sekaligus memperkuat konsep wisata berbasis budaya dan lingkungan, termasuk pengembangan energi terbarukan serta penyediaan fasilitas dasar di kawasan wisata.
“Transformasi menuju smart tourism bukan hanya soal teknologi, tetapi juga bagaimana menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Perencanaan pengembangan dilakukan secara terintegrasi melalui pendekatan makro, meso, dan mikro, dengan dukungan sektor transportasi, ekonomi kreatif, lingkungan, dan infrastruktur. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam, berkualitas, dan berdaya saing.
Ke depan, pengembangan pariwisata Makassar difokuskan pada peningkatan lama tinggal (length of stay) wisatawan, perluasan variasi dan daya tarik destinasi, serta terwujudnya ekosistem smart tourism yang terintegrasi.
Melalui kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan Universitas Bosowa, pengembangan pariwisata di Makassar tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diperkuat oleh riset dan inovasi, khususnya dalam pemanfaatan energi terbarukan dan penyediaan air bersih.
“Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” tutupnya.
Dengan langkah tersebut, Kota Makassar optimistis dapat menjadi destinasi pariwisata yang kompetitif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.(*)







