Pemuda Makassar yang Lempari Rumah Warga Karena Tak Diberi Sumbangan Dilepaskan Polisi Usai Mediasi

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 6 Agustus 2025 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM – Empat pemuda yang viral usai lempari rumah warga di kawasan Jembatan Merah Putih Kandea, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dipulangkan usai ditangkap polisi. Alasannya, karena korban atau pemilik rumah dengan para pelaku telah sepakat berdamai.

Keempat pelaku masing-masing berinisial AH (23), IN (20), FH (17), dan NL (20). Mereka dilepas usai tercapai kesepakatan damai dalam pertemuan di Mapolsek Tallo pada Rabu (6/8/2025).

Kanit Reskrim Polsek Tallo, Iptu Saiful Basir, membenarkan adanya proses perdamaian tersebut.

“Ada pelakunya, sudah didamaikan. Sudah ada kesepakatan berdamai dengan korban. Dipertemukan di Polsek dan sudah dipulangkan semua,” ungkap Saiful saat dikonfirmasi wartawan.

Ia menjelaskan, para pemuda itu turut menandatangani surat pernyataan untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya. Jika masih dilakukan, polisi akan langsung meringkus dan diproses secara hukum yang berlaku.

“Nanti kalau mereka berbuat lagi, akan diamankan kembali. Mereka juga sudah membuat surat pernyataan,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, modus para pelaku melempari rumah korban dikarenakan kesal tidak diberi sumbangan untuk merenovasi jembatan. Meskipun belakangan terungkap bahwa sumbangan itu kerap disalahgunakan untuk foya-foya.

“Aksi mereka itu katanya untuk mengumpulkan dana renovasi jembatan, mengecat jelang perayaan 17 Agustus,” terangnya.

“Karena miskomunikasi antara korban dan pelaku. Mereka mungkin kesal karena permintaan sumbangannya tidak digubris,” sambungnya.

Sebelumnya, insiden ini sempat viral di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan seorang perempuan meluapkan emosinya usai rumahnya dilempari batu.

Warga sekitar menyebut kelompok pemuda tersebut kerap meminta sumbangan dengan alasan memperbaiki jembatan, namun uangnya diduga dipakai untuk mabuk-mabukan dengan menghirup lem.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat segera melapor bila mengalami gangguan serupa, serta menegaskan akan mengambil tindakan tegas apabila para pelaku kembali mengulangi perbuatannya.

Berita Terkait

OJI Group Ekspansi ke Asia Tenggara, Bangun Pabrik Kemasan Aseptik US$110 Juta
Yude Solar dan SEDAYUSolar Bentuk Joint Venture, Garap Proyek PLTS di Indonesia
3TREES Quality Home Technology Experience Center Tampilkan Inovasi Teknologi Hijau kepada Audiens Global
Xinhua Silk Road: Serial Animasi AI Populer Angkat Warisan Maritim Guangxi dan Hidupkan Karya Sastra Lokal
Hisense Hadirkan AI Companion Suite, Wujudkan Konsep “Social Kitchen”
Chelsea FC Umumkan Kemitraan Global Terbaru dengan GAC
New Asia Forum Bidik Investasi US$30 Miliar untuk “New Asia” Lewat Edisi Perdana di Bali
Festival Paus Ulsan Ke-30 Rayakan Hari Jadi Bersejarah, Angkat Transformasi Jangsaengpo Menjadi Destinasi Ekowisata Unggulan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:05 WIB

OJI Group Ekspansi ke Asia Tenggara, Bangun Pabrik Kemasan Aseptik US$110 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:30 WIB

Yude Solar dan SEDAYUSolar Bentuk Joint Venture, Garap Proyek PLTS di Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:21 WIB

3TREES Quality Home Technology Experience Center Tampilkan Inovasi Teknologi Hijau kepada Audiens Global

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Xinhua Silk Road: Serial Animasi AI Populer Angkat Warisan Maritim Guangxi dan Hidupkan Karya Sastra Lokal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Hisense Hadirkan AI Companion Suite, Wujudkan Konsep “Social Kitchen”

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

Waspada Penipuan Online Lewat Phishing WhatsApp

Selasa, 13 Okt 2026 - 10:32 WIB