HALLOMAKASSAR.COM – Komisi B DPRD Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam mengawal peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor pajak.
Dalam rapat kerja bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar, Komisi B menyoroti sejumlah sektor yang berpotensi besar mendongkrak pendapatan daerah.
Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, mengatakan bahwa pihaknya ingin memastikan target yang telah ditetapkan bisa berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, meski sempat terjadi penurunan pada sektor pajak hotel akibat pembatasan kegiatan beberapa waktu lalu, kondisi kini berangsur membaik.
“Alhamdulillah target tetap bisa terpenuhi. Sektor hotel sudah mulai bagus kembali, jadi ke depan target PAD bukan hanya kita jaga, tapi kalau bisa melampaui. Apalagi peluang penerimaan di sektor lain masih terbuka lebar,” ungkapnya, Kamis (21/8/2025).
Ismail menyoroti tren pertumbuhan cafe dan rumah makan yang semakin pesat di Makassar. Menurutnya, alih fungsi tempat usaha harus diikuti dengan kepatuhan pajak yang jelas.
“Sekarang banyak cafe berubah jadi rumah makan atau warung kopi yang awalnya hanya rumah penduduk. Semua itu harus tertib pajak,” bebernya.
Ismail juga menilai keberadaan reklame yang sudah tidak digunakan tetapi masih berdiri justru berpotensi mengurangi optimalisasi PAD, sehingga perlu dilakukan penertiban.
“Begitu juga reklame, masih ada yang tidak terpakai dan belum memberikan kontribusi. Ini harus ditertibkan agar potensi pendapatan tidak hilang begitu saja,” jelasnya.
Baca Juga:
Pengendara Wanita Wajib Tahu, Servis Motor Bukan Sekadar Ganti Oli
Semester I, Investasi Makassar Rp2,7 Triliun, Kadis PTSP Optimistis Tembus Rp5,2 Triliun
Plt Kepala Bapenda Makassar, Andi Asminullah, mengakui bahwa pengawasan dan penataan merupakan faktor penting dalam memperkuat pendapatan daerah.
Ia menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti arahan dari Komisi B, baik dalam hal percepatan pengawasan maupun penertiban objek pajak.
“Komisi B punya peran penting, selain fungsi pengawasan, mereka juga fokus pada peningkatan PAD. Tentu arahan seperti penguatan pengawasan dan penataan sudah menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Andi juga mengungkapkan, realisasi pendapatan daerah Makassar dalam dua bulan terakhir menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Baca Juga:
Soal Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah, MK Tegaskan Harus Tuntas Sebelum 2029
Kemewahan Kecil yang Dikurasi The Ritz-Carlton, Bali dan MIKI HOUSE
Perkuat Bisnis MICE Global, Millennium Hotels and Resorts Gandeng HXE lewat Inovasi Digital.
“Untuk pajak daerah sudah mencapai Rp940 miliar, sementara total PAD kita tembus Rp1,140 triliun. Angka ini sangat positif, menunjukkan tren peningkatan yang harus kita jaga ke depan,” jelasnya.
Dengan adanya sinergi DPRD dan Bapenda, diharapkan optimalisasi pajak dari sektor cafe, rumah makan, warkop, hingga reklame mampu menjadi penopang utama PAD Makassar demi memperkuat kemandirian fiskal dan menopang pembangunan kota secara berkelanjutan.***







