HALLOMAKASSAR.COM – Kerugian yang dialami atas insiden kebakaran kantor DPRD Sulawesi Selatan dan Kota Makassar ditaksir mencapai stengah triliun atau Rp486 miliar.
Rinciannya, kantor DPRD Sulsel Rp233 miliar dan kantor DPRD Makassar Rp253 miliar lebih.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan perbaikan kantor DPRD Sulsel akan diajukan ke pemerintah pusat.
“Nanti kita ajukan hitungnya, sekitar berapa 233 miliar di provinsi, kita akan ajukan ke pusat. Dan sudah ada template yang kita dikasih untuk standar-standar pengusulan. Tinggal menunggu dari pusat,” ujar Sudirman beberapa waktu lalu.
Ketua DPRD Makassar, Supratman mengatakan tak mengetahui secara rinci taksiran anggaran renovasi gedung tersebut. Menurut dia, penganggaran pembagunan atau renovasi itu bukan kewenangan pihaknya atau DPRD, melainkan kewenangan Pemerintah Kota Makassar melalu Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Makassar.
“Pemerintah kota, Dinas PU dengan Sekwan yang komunikasi, bukan kami (anggota DPRD). Saya belum tahu dan belum melihat anggaran yang diajukan,” ujar Supratman.
Pelaksana tugas Sekretariat DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba menyebut untuk penganggaran perbaikan gedung DPRD Kota Makassar pascaterbakar akan dianggarkan pemerintah pusat lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Informasi dari awal kan dianggarkan lewat APBN, lewat pusat. Kita juga tidak tau berapa yang mau diberikan nanti oleh pusat,” kata Rahmat.
Ia mengungkapkan kerugian pembakaran di DPRD Kota Makassar seperti yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar ditaksir mencapai Rp253,4 miliar.
Jumlah kerugian itu diperoleh dari hasil asesement (kajian cepat) dengan menghitung komponen-komponen gedung yang terbakar, termasuk puluhan kendaraan yang ikut ludes terbakar di halaman parkir kantor dewan tersebut.
Dari rincian estimasi untuk kendaraan roda empat sebanyak 67 unit yang hangus terbakar per kendaraan sebesar Rp200 juta dengan total perincian senilai Rp13,4 miliar. Sementara kendaraan roda dua tercatat sebanyak 15 unit dengan estimasi setiap kendaraan per unitnya Rp16 juta, dengan total kerugian mencapai Rp240 juta.
Untuk luas gedung dengan empat lantai yang terbakar dengan ukuran 20×20 meter persegi, bila di jumlah total masing-masing lantai sekitar 400 meter persegi. Belum termasuk alat dan perlengkapan kantor yang terbakar yang belum dihitung sebab barangnya berbentuk fisik dan tidak dapat dikenali karena sudah terbakar.
Rahmat mengungkapkan bahwa permohonan anggaran pembangunan atau renovasi gedung kemungkinan akan mendekati angka hitungan BPBD tersebut.
Hingga sekarang, penyampaian terkait detail angka untuk perbaikan gedung DPRD Kota Makassar diklaim belum diperoleh pihaknya.
“Kalau saya tidak salah permohonan hibah saja dulu untuk konfirmasi berapa luasnya, kan di hitung lagi nanti sama dinas PU. Makanya konfirmasi PU,” imbuhnya.***







