Kejati Sulsel Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Smart Library pada Disdik Sulsel

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 18 November 2025 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM — Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) tengah melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi dalam proyek perpustakaan digital atau smart library di Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan untuk Tahun Anggaran 2022–2023. Penyelidikan awal dilakukan secara tertutup karena masih berada pada tahap pengumpulan data.

“Masih penyelidikan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin, 17 November 2025.

Ia tidak merinci jumlah saksi yang telah diperiksa maupun dokumen yang telah diamankan keterkaitan dengan kegiatan proyek smart library yang dimaksud.

“Masih tertutup karena ini masih tahap penyelidikan,” ujarnya.

Proyek smart library tersebut merupakan salah satu program digitalisasi pendidikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dan kabarnya didanai melalui APBD. Hingga kini, belum ada penetapan tersangka maupun pengumuman hasil awal perhitungan potensi kerugian negara.

Menanggapi langkah Kejati Sulsel, Kadir Wokanubun, Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, mengatakan penyelidikan proyek ini penting untuk memastikan integritas pengelolaan anggaran pendidikan. ACC Sulawesi dikenal sebagai organisasi masyarakat sipil yang aktif mengawal kasus korupsi di Sulawesi Selatan.

“Anggaran pendidikan menyangkut langsung kepentingan publik, sehingga penyelidikan ini harus dilakukan secara menyeluruh dan berbasis bukti yang kuat,” kata Kadir saat dimintai tanggapannya, Selasa (18/11/2025).

Ia menambahkan bahwa meskipun penyelidikan memiliki sifat tertutup, Kejati tetap perlu menjaga keterbukaan informasi dasar agar publik mengetahui perkembangan umum perkara.

“Transparansi yang proporsional penting untuk mencegah spekulasi dan memastikan kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Publik perlu diyakinkan bahwa proses berjalan objektif dan tanpa intervensi,” ujarnya.

Kadir mendorong penyidik memanfaatkan audit forensik dan menelusuri seluruh rantai pengadaan, termasuk perencanaan, tender, hingga realisasi proyek. Menurutnya, proyek berbasis teknologi membutuhkan pemeriksaan multidisipliner agar potensi penyimpangan dapat diidentifikasi secara tepat.

Ia menyatakan ACC Sulawesi akan mengikuti perkembangan penanganan perkara tersebut dan berharap Kejati Sulsel segera memberikan kepastian hukum.

“Kami mendorong agar proses ini berlangsung maksimal, sehingga segera terlihat apakah penyelidikan dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan. Kepastian hukum yang tegas dan transparan adalah hak publik,” kata Kadir.

Kejati Sulsel belum mengumumkan jadwal penyampaian hasil awal penyelidikan ataupun kemungkinan pemeriksaan lanjutan terhadap pejabat terkait.(*)

Berita Terkait

Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama
Southeast Asia Blockchain Week Kembali ke Bangkok untuk Edisi Ketiga
Dahua Technology Luncurkan WizColor 2.0, Tingkatkan Solusi Pemantauan Berwarna di Kondisi Minim Cahaya

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:18 WIB

Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka

Jumat, 17 April 2026 - 07:10 WIB

Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik

Kamis, 16 April 2026 - 09:26 WIB

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026

Kamis, 16 April 2026 - 09:01 WIB

Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang

Kamis, 16 April 2026 - 02:30 WIB

Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama

Berita Terbaru