Teka – Teki ‘Mister R’

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 19 Oktober 2025 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM -Sosok tokoh politik ‘Mister R’ yang berasal dari Sulawesi Selatan bakal bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih menjadi teka – teki. Meski Mister R ini kerap dikaitkan dengan Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse Mappasesu atau RMS.

Kepada wartawan usai menghadiri rapat paripurna HUT ke-359 Sulsel di kompleks kantor Gubernur Sulsel, Minggu (19/10/2025), RMS hanya menjawab dengan nada bercanda soal isu tersebut. Termasuk kepindahannya ke PSI.

“Bergeser ke rumah makan. Dari kantor gubernur, bergeser ke rumah makan,” ucap RMS kepada wartawan. RMS menjawab pertanyaan soal isu akan bergeser dari NasDem ke PSI.

RMS lantas menanggapi soal sosok R yang dikaitkan dengan dirinya. RMS mengaku sosok berinisial R yang dimaksud bisa saja tertuju kepada nama ‘Rahmat’.

“Rahmat? Banyak Rahmat. Di Sulsel kan banyak orang (inisial) R,” tambah RMS.

RMS masih sempat didesak soal kebenaran informasi kepindahannya ke PSI tidak benar. Namun RMS ogah memberikan jawaban secara gamblang.

“Yang lain mi ko tanya,” ucapnya.

Sebelumnya, Isu ‘Mister R’ tokoh Sulawesi Selatan dihembuskan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PSI, Raja Juli Antoni dalam acara Silaturahmi Regional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) se-Sulawesi, di Makassar, Sabtu (11/10/2025) lalu.

“Di Jakarta, sekarang menunggu siapa ‘Mister J’. Kalau di Sulawesi Selatan sedang menunggu siapa ‘Mister R’,” ujarnya.

Banyak pihak menduga, inisial itu mengarah pada RMS, anggota Fraksi Partai NasDem di DPR. Namun, Raja Juli belum bersedia membeberkan lebih jauh siapa sosok ‘Mister R’ yang dimaksud.

“Yang pasti, politisi inisial R itu ditunggu kesediaannya untuk bergabung bersama dalam jajaran kepengurusan PSI. Masuk itu barang,” sambung Menteri Kehutanan (Menhut).
Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, juga sempat memberi bocoran mengejutkan saat melantik pengurus baru PSI periode 2025–2030 di Djakarta Theater, Jumat (26/9/2025). Kaesang menyebut, ada satu nama Wakil Ketua Umum (waketum) DPP PSI yang belum diumumkan, karena “masih nyangkut”.

“Sekarang, ada tambahan amunisi baru yaitu Pak Ahmad Ali yang mendampingi saya. Sebenarnya, ada satu lagi cuma ‘masih nyangkut’. Nggak berani saya sebut. Nggak apa-apa, kita kan masih punya banyak kesempatan banyak,” kata Kaesang. (*)

Berita Terkait

Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama
Southeast Asia Blockchain Week Kembali ke Bangkok untuk Edisi Ketiga
Dahua Technology Luncurkan WizColor 2.0, Tingkatkan Solusi Pemantauan Berwarna di Kondisi Minim Cahaya

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:18 WIB

Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka

Jumat, 17 April 2026 - 07:10 WIB

Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik

Kamis, 16 April 2026 - 09:26 WIB

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026

Kamis, 16 April 2026 - 09:01 WIB

Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang

Kamis, 16 April 2026 - 02:30 WIB

Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama

Berita Terbaru