HALLOMAKASSAR.COM -Sejumlah organisasi masyarakat hingga pemerintah semakin massif menggaungkan deklarasi damai pasca aksi demonstrasi yang berujung terbakarnya kantor wakil rakyat hingga pos polisi pada Jumat malam, 29 Agustus 2025 lalu. Insiden ini mengakibatkan empat orang tewas.
Merespon itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan mengeluarkan maklumat dengan nomor: Maklumat-03/DP.P.XXI/VIII/Tahun 2025, Tentang Menjaga Kondusifitas Sulawesi Selatan.
Maklumat tersebut berisi lima poin
yang mengimbau serta mengajak seluruh lapisan masyarakat agar menjaga situasi tetap kondusif serta menjaga persatuan umat.
Ketua Muhammadiyah Sulsel, Prof.Ambo Asse, menegaskan pentingnya seluruh elemen masyarakat menjaga ketenangan sosial. Ia mengajak warga untuk menahan diri agar tidak memperluas kerusakan dan mencegah jatuhnya korban baru.
“Kita memiliki nilai kearifan lokal seperti Sipakatau, Sipakainge’, Sipakalebbi, serta Siri’ na Pacce yang menuntun kita untuk saling memuliakan dan mencegah mudarat,” ujar Ambo Asse dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 2 September 2025.
Ketua NU Sulsel, Prof. Hamzah Harun
mengimbau masyarakat, khususnya warga Nahdiyin, tidak ikut terseret dalam aksi-aksi tanpa kejelasan arah dan tuntutan.
“Pertama, kami minta warga Nahdiyin tidak perlu ikut unjuk rasa yang tidak jelas siapa penanggung jawab dan apa tuntutannya. Kedua, tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi,” tegasnya.
Ketua Apdesi Sulsel, Sri Rahayu Usmi, menegaskan kepala desa memiliki peran strategis dalam merawat stabilitas sosial di akar rumput.
Ia menyampaikan pesan penting dari DPP Apdesi Pusat agar seluruh jajaran pengurus di tingkat kabupaten hingga kecamatan aktif mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak provokasi.
Baca Juga:
Konsep Baru May Day Fest: Jadi Ruang Kebersamaan Buruh, Pemerintah, dan Masyarakat
DPRD Parepare Adukan Kelangkaan Gas Subsidi ke DPRD Sulsel
Plt Camat Wajo Optimalkan Program Urban Farming untuk Ketahanan Pangan dan Penanganan Stunting
“Sehubungan dengan dinamika situasi kebangsaan akhir-akhir ini yang mengakibatkan maraknya aksi demonstrasi anarkis, DPP Apdesi Pusat menghimbau kepada seluruh jajaran pengurus Apdesi agar meneruskan pesan penting ini kepada masyarakat di wilayah masing-masing,” ujar Ayu, sapaan akrabnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman telah menggelar deklarasi damai untuk menjaga ketertiban di Sulsel. Kegiatan itu dihadiri Forkopimda, tokoh masyarakat hingga organisasi masyarakat yang berlangsung di Kodam XIV/Hasanuddin, Minggu (31/8/2025) lalu.
“Ini adalah sebagai langkah untuk kemudian bagaimana Sulawesi Selatan tidak lagi ada terjadi kejadian yang kemudian yang kita tidak inginkan, sampai harus ada korban jiwa dan sebagainya,”
Kapolda Sulsel Irjen Rusdi Hartono menyebut deklarasi damai tidak bisa diwujudkan satu pihak saja. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif menjaga kedamaian.
Baca Juga:
Kunjungi Dua Lokasi, Wali Kota Appi Pastikan Urban Farming Jadi Prioritas di Semua Kecamatan
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”
“Yang jelas kami dengan TNI didukung dengan seluruh unsur masyarakat telah sepakat bagaimana Sulsel ini damai, termasuk Kota Makassar. Karena kedamaian ini adalah kita wujudkan bersama-sama, tidak bisa satu pihak,” ucap Rusdi. (*)







