BGN Setop Dua SPPG di Sulsel, Ini Alasannya

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 16 Maret 2026 - 06:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Badan Gizi Nasional (BGN) menyetop sementara operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Selatan. Alasannya dua dapur MBG tersebut terlambat mengirim MBG sampai malam hari.

Dua SPPG itu berlokasi di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). SPPG itu dihentikan sementara mulai 16 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Langkah ini diambil setelah BGN menerima laporan pengaduan dan melakukan investigasi awal terkait dugaan kelalaian dalam proses quality control (QC) serta kesiapan operasional distribusi di lapangan.

Hasil pemantauan menunjukkan bahan baku belum siap dan proses pengemasan tidak berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kondisi ini menyebabkan keterlambatan distribusi paket MBG ke sejumlah sekolah penerima manfaat. Bahkan, pada salah satu kejadian, distribusi baru dilakukan hingga malam hari.

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menegaskan bahwa pihaknya memandang serius setiap gangguan dalam pelaksanaan program MBG karena berkaitan dengan pelayanan langsung kepada penerima manfaat di sekolah.

“Program MBG adalah program strategis negara yang menyangkut kepercayaan masyarakat. Karena itu setiap pelaksana di lapangan wajib menjalankan SOP secara disiplin, terutama dalam aspek keamanan pangan dan ketepatan distribusi,” ujar Nanik dalam keterangannya, Senin, (16/3/2026).

Menurut Nanik, kejadian keterlambatan distribusi hingga malam hari tidak boleh terulang karena berpotensi mengganggu kualitas pelayanan program kepada para siswa penerima manfaat.

“Kami mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional SPPG terkait agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi, manajemen bahan baku, serta kesiapan operasional di lapangan,” tambahnya.
Paket MBG yang telat bakal diganti keesokan harinya Dalam salah satu kejadian, paket makanan tidak dapat diterima sekolah pada hari yang sama karena distribusi dilakukan setelah gerbang sekolah ditutup. BGN memastikan paket makanan yang tidak tersalurkan pada hari kejadian tidak didistribusikan kembali jika berpotensi menurun kualitasnya.

Sebagai gantinya, distribusi dilakukan kembali keesokan hari dengan mengganti bahan makanan yang sudah tidak layak, sekaligus melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap pengelolaan SPPG agar kejadian serupa tidak terulang.(*)

Berita Terkait

Kejati Sulsel – KPK Perkuat Sinergi Pemberantasan Korupsi
TP PKK Sulsel Libatkan 3.060 Kader Tekan Stunting
PJM Dukung Penguatan Kerja Sama Pelindo dan Pemprov Sulawesi Selatan
Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw
Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa
Pansus DPRD Sulsel Konsultasi Aturan Profit Sharing IUPK ke Kementerian ESDM
Nahkodai PSSI Sulsel, Appi  Siapkan Pembinaan Klub Lokal dan Kompetisi Usia Muda
Pemprov Sulsel Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Ini Tujuannya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:14 WIB

Kejati Sulsel – KPK Perkuat Sinergi Pemberantasan Korupsi

Rabu, 4 November 2026 - 13:35 WIB

TP PKK Sulsel Libatkan 3.060 Kader Tekan Stunting

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:13 WIB

PJM Dukung Penguatan Kerja Sama Pelindo dan Pemprov Sulawesi Selatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Sufriadi Arif Pimpin PSTI Sulsel, Bidik Kebangkitan Sepak Takraw

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Darmawangsyah Muin Resmi Gantikan Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa

Berita Terbaru