HALLOMAKASSAR.COM –Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menilai Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebagai figur yang layak memimpin Golkar Sulawesi Selatan.
Apalagi rekam jejak mantan CEO PSM Makassar itu menunjukkan kapabilitas kuat untuk membawa kembali kejayaan partai beringin di Sulawesi Selatan.
Itu tidak lepas dari capaian Golkar Makassar pada Pemilu Legislatif 2024 sebagai bukti konkret.
Di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin, Golkar menjadi peraih suara tertinggi di DPRD Makassar dengan 97.209 suara, mengungguli NasDem yang memperoleh 94.756 suara. Hanya saja, Golkar meraih enam kursi, sementara NasDem memperoleh delapan kursi.
Selain Munafri, Idrus menyebut dua tokoh lain sebagai opsi kandidat Ketua Golkar Sulsel, seperti Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
“Nama-nama yang muncul misalkan ada Andi Ina, ada Appi (Munafri Arifuddin), kemudian ada lagi Aco (IAS). Sebenarnya ini Golkar perlu ada satu teladan, perlu power sharing satu kesatuan membangun rumah besar ini, menata rumah besar ini supaya tujuannya cuma satu bagaimana agar Golkar di Sulsel kembali menjadi lumbung beringin,” kata Idrus Marham kepada wartawan di Makassar, Jumat, (14/11/2025).
Idrus menegaskan pentingnya stratifikasi dan kolaborasi antara senior – junior dalam membesarkan Golkar.
Menurutnya, Golkar hanya bisa kembali
berjaya di Sulawesi Selatan jika seluruh unsur partai bersatu, saling mendukung, dan tidak saling berebut kepemimpinan.
“Ini rumah bersama, harus dikelola dan dirawat bersama. Jangan lagi semua mau jadi ketua. Kalau tidak dilakukan konsolidasi secara total, senior-senior di daerah tidak bisa juga (diabaikan). Kalau itu tidak dilakukan, Golkar akan mati. Kebersamaan itu penting,” tegasnya.
Baca Juga:
Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko Backup Air Bersih
Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar, 68 Pendaftar Berlatar Belakang Aktivis hingga Profesor
Penertiban Humanis di Tallo, Lapak di Atas Drainase Ditata, Sebagian Dibongkar Mandiri
Diketahui, di era Taufan Pawe memimpin Partai Golkar Sulsel, baru pertama kali sejak reformasi kursi Ketua DPRD Sulsel berpindah dari beringin. Pada Pileg 2024 lalu, Kursi Ketua DPRD Sulsel direbut Partai NasDem dengan perolehan 17 kursi, sementara Golkar diurutan kedua 14 kursi.
Adapun masa jabatan Taufan Pawe sebagai Ketua Golkar Sulsel akan berakhir pada 19 November 2025 nanti.
Sekretaris Golkar Sulsel, Marzuki Wadeng menyebut pihaknya masih menunggu SK pemberhentian masa kepengurusan dari DPP.
“Iya akan berakhir tanggal 19 (November) nanti. Biasanya kalau berakhir pasti ada Plt. Tergantung SK-nya,” kata Marzuki, Senin, (10/11/2025) lalu.
Baca Juga:
Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
Menurut Marzuki, tugas Plt Ketua Golkar Sulsel akan menyiapkan tahapan Musyawarah Daerah (Musda). Ia berharap pelaksanaan Musda dilakukan sebelum akhir tahun 2025.
“Tugasnya menyiapkan Musda secepatnya. Kita harap dilakukan secepatnya, sebelum akhir tahun, agar konsolidasi organisasi tetap jalan. Sebenarnya kita sudah siap gelar Musda tapi sampai sekarang belum ada jadwal dari DPP,” imbuhnya. (*)







