PPP Tanggapi Wacana Parlemen Threshold 7 Persen

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALLOMAKASSAR.COM– Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono menyoroti pembahasan mengenai parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen dalam revisi UU Pemilu.

“RUU yang menyangkut dengan soal parliamentary threshold, ya. Bahwa demokrasi itu sebagaimana landasan Undang-Undang Dasar kita, berdirinya sebuah negeri ini dibangun secara bersama. Jadi tidak boleh di dalam demokrasi itu juga ada satu pihak yang memonopoli yang besar menang sendiri,” kata Mardiono, Kamis (20/8/2026).

Mardiono menyoroti adanya partai yang meminta mencanangkan ambang batas parlemen dinaikkan menjadi 6-7%. Dia menyebut partai-partai tersebut mau menang sendiri.

“Nah, misalnya ada satu partai yang mencanangkan parliamentary threshold harus 6%, 7%, itu politik menang-menangnya sendiri. Ya? Ya kalau gitu partainya sendiri aja. Jadi nanti tidak akan lagi ada demokrasi,” katanya.

“Sebenarnya ada cara lain selain melalui parliamentary threshold. Di dalam fraksi di dalam komisi itu diperlukan 13 komisi. Kan dulu kita pernah jalani itu. Sehingga partai yang dapatnya itu hanya satu kursi, dua kursi, membuatlah fraksi gabungan. Sehingga yang suara rakyat itu satu pun itu menjadi bagian dari hak berdemokrasi, bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan DPR akan mulai melakukan pembahasan secara terbatas terkait revisi UU Pemilu. Dasco mengatakan PDIP juga akan diikutsertakan dalam pembahasan tersebut.

“RUU Pemilu kami tadi sudah bersepakat dengan para ketua-ketua fraksi, kita akan mulai melakukan pembahasan secara terbatas,” kata Dasco di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8) lalu.

Dia mengatakan DPR belum sempat mengunjungi partai-partai nonparlemen untuk menyerap aspirasi karena sejumlah kesibukan. Dasco menyebut agenda itu akan mulai dilakukan pada pekan depan.

“Kemarin karena beberapa kesibukan, itu kunjungan untuk menyerap aspirasi dari partai-partai nonparlemen itu belum sempat dilakukan. Nah, sehingga di minggu depan itu akan mulai dilakukan,” jelasnya.(*)

Berita Terkait

SOKSI Dorong Penguatan Kaderisasi dari Kalangan Muda
IAS Pilih Supriansa Jadi Ketua Harian Golkar Sulsel
PROJO Sulsel Desak DPP untuk  Bertransformasi Menjadi Partai Politik
NasDem Sulsel Pertahankan Kekuatan di Pemilu 2029
Pekan Ini, NasDem Sulsel Akan Konsolidasi Besar – Besaran
Ketua AMPI Makassar Paparkan Lonjakan Suara dan Kursi Golkar Makassar di Era Appi
Isu Bupati Barru  Gabung Gerindra Menguat
Penentuan Sekretaris Jadi Ujian Awal Kepemimpinan IAS di Golkar Sulsel

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:28 WIB

SOKSI Dorong Penguatan Kaderisasi dari Kalangan Muda

Rabu, 2 September 2026 - 15:10 WIB

IAS Pilih Supriansa Jadi Ketua Harian Golkar Sulsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:01 WIB

PROJO Sulsel Desak DPP untuk  Bertransformasi Menjadi Partai Politik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:04 WIB

NasDem Sulsel Pertahankan Kekuatan di Pemilu 2029

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Pekan Ini, NasDem Sulsel Akan Konsolidasi Besar – Besaran

Berita Terbaru

Ekonomi

Sinergi Dorong Transformasi Layanan Pelindo Jasa Maritim

Minggu, 6 Sep 2026 - 11:30 WIB