HALLOMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar rapat koordinasi terkait perkembangan situasi politik Kota Makassar Tahun Anggaran 2026.
Namun, dalam pertemuan tersebut, pembahasan turut menyinggung persoalan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang belakangan menjadi perhatian publik. Termasuk sejumlah isu lainnya, seperti penanganan geng motor.
Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Aspirasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani No. 2 Makassar
Selasa, 12 Mei 2026. Rapat ini dihadiri
sejumlah unsur Forkopimda dan aparat penegak hukum, antaranya, Kejaksaan Negeri Makassar, Polrestabes Makassar, Dandim 1408 Makassar, Brimob Polda Sulsel, Polres Pelabuhan Makassar, serta media.
Kepala Bidang Kesbangpol Makassar, A. Amrun Mandasani, mengatakan rapat koordinasi terkait perkembangan situasi politik Kota Makassar pertama kali dilaksanakan di 2026. Sebelumnya merupakan desk Pilkada.
Rapat ini sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas politik, keamanan, dan ketertiban masyarakat di Kota Makassar menjelang berbagai agenda pemerintahan dan politik kedepannya.
Termasuk menjadi wadah komunikasi dan deteksi dini terhadap berbagai dinamika politik yang berkembang di tengah masyarakat.
“Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan situasi politik di Kota Makassar.
Ini juga menjadi pertama kalinya rapat koordinasi kami libatkan unsur media. Kami berharap media dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas informasi dan menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat,” tambahnya.
Amrun menambahkan, segala masukan dan saran dalam rapat tersebut akan menjadi catatan Kesbangpol untuk dikoordinasikan lebih lanjut kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Hasil rapat ini akan kami sampaikan kepada OPD terkait. Agar menjadi tindak lanjut,” imbuhnya.







